BERMAIN SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN KEPRIBADIAN ANAK
Coba renungkan !!!……
mengapa begitu banyak para pejabat tinggi negara kita,baik eksekutif maupun legislatif kerap “mempertontonkan” sikap berebut kursi, mau menang sendiri, menyalah-nyalahkan orang lain, hingga merasa dirinya paling benar ?
Coba tengok televisi ……???
Kakek dan nenek menggoyangkan pinggulnya di televisi mengikuti alunan lagu-lagu country ……..
Coba diam sejenak…!!!!
Kita sering dengar orang tua kita memarahi adik kita, bahkan mungkin …….kita sendiri,
- Main melulu, mau jadi anak yang bodoh ya !!!
- Dasar pemalas, belajar !!!!
ILMU JIWA PERKEMBANGAN
Anak yang melalui tahap-tahap perkembangan secara harmonis dan tidak terkekang , mereka memiliki peluang yang cukup bebas, akan menjadi anak yang penuh kegembiraan dan sarat dengan semangat hidup
Anak seperti ini akan tumbuh menjadi orang dewasa yang stabil dan seimbang dalam menjalani hidup ini.
Menghilangkan masa kanak-kanak berarti menggelincirkan masyarakat itu sendiri menjadi masyarakat yang infantil atau kekanak-kanakan.
ANAK
Tumbuh
Berkembang
BERMAIN
Cara alamiah bagi anak untuk mengungkapkan konflik dalam dirinya yang tidak disadari (Wholey & Wong, 1995)
Bermain terdiri atas tanggapan yang diulang untuk kesenangan tanpa mempertimbangkan hasil akhir (Piaget dan Hurlock, 1991)
Kegiatan untuk dapat belajar menguasai dunia dan peran sosial (Cohen, 1993)
PENDAPAT LAIN
Kegiatan yang dilakukan sesuai dengan keinginan sendiri untuk memperoleh kesenangan (Foster)
Ungkapan behasa secara alami yang diekspresikan melalui bio-psiko-sosial yang berhubungan dengan lingkungan (Smith , 1991)
Bentuk pertama anak belajar dan beradaptasi dengan lingkungan, mendapatkan kesenangan (Brucker & Wallin, 1996)
WHAT IS PLAY THERAPY
Play gives children the opportunity to search for and experiment with alternative solutions to their problems (Jerome Singer)
Play is a child’s work and this is not a trivial pursuit (Alfred Adler)
Play affords direct access to a child’s unconscious. Play for the child is like free association for the adult (Melanie Klein)
Indications that a child may benefit from play therapy include ;
- Low self esteem
- Excessive anger, worry, sadness, or fear
- Behavior which immature for the child’s age
- Failure to learn or other school problems
- Behavior which interferes with making friends
- Problem with eating, sleep, or elimination
- Preoccupation with sexual behavior
- Physical symptoms such as headaches and stomach aches which have no medical cause
- Difficulty adjusting to family changes
- Talking about not wanting to live
- Excessive shyness
- Experiencing trauma such as chronic illness etc.
KLASIFIKASI BERMAIN
Menurut karakteristik sosial:
- Onlooker play
- Solitary play
- Paralel play
- Assosiative play
- Cooperative play
Menurut isinya:
- Social afectif play
- Sense of pleasure play
- Skill play
- Dramatic play/role play
KATEGORI BERMAIN ( Hurlock, 1991)
Bermain aktif —— kesenangan timbul dari apa yang dilakukan oleh individu
- bermain bebas dan spontan/eksplorasi, drama, bermain musik, koleksi sesuatu, olah raga
Bermain pasif/hiburan —– kesenangan diperoleh dari kegiatan oranglain, tanpa mengeluarkan banyak energi
- Membaca, mendengarkan radio, nonton televisi
FUNGSI BERMAIN
1. Perkembangan sensorik-motorik
2. Perkembangan kognitif
3. Perkembangan sosial
4. Perkembangan kreatifitas
5. Terapi
6. Perkembangan komunikasi
7. Perkembangan moral
8. Konsep diri
TAHAP PERKEMBANGAN BERMAIN
1. Tahap eksplorasi
2. Tahap permainan
3. Tahap bermain
4. Tahap melamun
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERMAIN
1. Tahap perkembangan
2. Perkembangan motorik
3. Intelegensia
4. Status sosial ekonomi
5. Status kesehatan
6. Jenis kelamin
7. Alat permainan
8. Lingkungan
9. Jumlah waktu bebas
KESALAHAN YANG SERING DIBUAT DALAM MEMILIH ALAT PERMAINAN
1. Ortu memberikan sekaligus banyak macam alat permainan
2. Banyak ortu membeli alat permainan yang mereka pikir indah dan menarik
3. Banyak ortu membayar mahal untuk alat permainan
4. Alat permainan terlalu lengkap/sempurna sehingga sedilkit peluang bagi anak untuk melakukan eksplorasi dan konstruksi
5. Alat permainan tidak sesuai dengan umur anak , terlalu tua/muda terhadap alat permainan
6. Memberikan terlalu banyak alat permainan dengan tipe yang sama
7. Banyak ortu yang tidak meneliti keamanan terhadap alat permainannya
JENIS PERMAINAN
Bayi ( 1 Bulan)
Visual — mendekatkan benda yang terang dan menyolok (20-30 cm)
Auditory — bicara dengan bayi, menyanyi, bercanda,main musik, dengar radio
Tactile — memeluk bayi, menggendong bayi, beri kehangatan
Kenetic — naik kereta dorong, diayun
Bayi (2-3 bulan)
Visual — buat ruangan menjadi terang, tempel gambar di dinding, pasang cermin di dinding
Auditory –bicara dengan bayi, mainan yang berbunyi, ikut sertakan dalam pertemuan keluarga
Tactile –membelai bayi waktu memandikan, mengganti pakaian bayi, menyisir rambut bayi
Kenetic — jalan-jalan naik kereta dorong, gerakan berenang saat mandi di ember
Bayi (4-6 bulan)
Visual — beri mainan warna terang, mencolok, bercermin, nonton TV
Auditory — ajak bicara, panggil namanya, ulangi suara yang dibuat, meremas kertas , mainan berbunyi
Tactile — Beri mainan dgn berbagai texture,mandi dimasukkan ember
Kenetic — bantu tengkurap dan duduk dll
Bayi (6-9 bulan)
Visual — berikan mainan warna-warni yang bergerak, main ciluk- baa
Auditory — ajari tepuk tangan, panggil namanya dan orangtua, sebut bagian tubuh,
Tactile — beri mainan dengan berbagai texture, gerakan air mengalir, berenang
Kenetic — gunakan baby walker, kereta dorong, letakkan mainan jauh dari anak, ajari anak berdiri
Bayi 9-12 bulan)
Visual — perlihatkan gambar dalam buku, ajak ke berbagai tempat, tunjuk bangunan agak jauh
Auditory — tunjuk bagian tubuh dan sebut namanya, kenalkan suara binatang
Tactile — berikan mainan yang dapat dipegang, kenalkan benda dingin/hangat
Kenetic — beri mainan yang dapat ditarik dan didorong
Todler (1-3 tahun)
Mulai mengerti arti memiliki
Menyenangi musik, irama
Senang berebut mainan dan bertengkar dengan teman
Senang melempar, mendorong, mengambil sesuatu, dapat berjalan, memanjat, lari
Karakteristik :paralel dan solitary play
Jenis mainan: boneka, kereta tarik, alat masak, bola dengan berbagai ukuran, cerita dan buku bergambar, pasir/tanah liat, kertas, crayon dll
Pra sekolah (3-5 tahun)
Dapat berlompat, berlari, dapat naik sepeda roda tiga
Sangat energik
Bermain dengan kelompok teman
karakteristik: assosiatif play, skill play
Jenis mainan : sepeda roda tiga, alat masak, olahraga, menghitung, boneka tangan, mobil, kapal terbang dll
Usia sekolah (6-12 tahun)
Karakteristik: kooperatif play
Bermain dengan kelompok yang berjenis kelamin sama
Dapat belajar independent, cooperatif, bersaing, menerima orang lain
Tingkah laku diterima teman sebaya
Laki-laki – mechanical
Perempuan — mother role
Remaja (13-20 tahun)
Karakteristik permainan :keahlian, video/komputer
Bermain dalam kelompok teman — main sepak bola, basket, bulu tangkis
Senang mendengar music
Melihat TV
Dengarkan radio
Baca majalah atau buku cerita, novel
ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
- Umur anak, jenis kelamin,jenis penyakit,status emosi, permainan yang disukai,kebiasaan bermain setiap hari
- Riwayat kesehatan,kontra indikasi
- Orangtua menunggui/tidak dlm bermain
- Apakah ada kelainan pd waktu bermain
PERENCANAAN BERMAIN
Buat jadwal
Buat prioritas tindakan
Libatkan anak dan keluarga untuk memilih mainan
Rumuskan tujuan bermain
Tentukan waktu / lama permainan
PELAKSANAAN
Alat permainan didekatkan pada anak
Motivasi anak untuk bermain
Libatkan keluarga dalam pelaksanaan bermain
Bantu anak — jika tidak bisa melakukan
Berikan reinforcement — jika berhasil
Observasi keadaan umum selama bermain
EVALUASI
Dokumentasikan pelaksanaan bermain dalam status perawatan
Adakah rasa tidak nyaman
Masalah yang muncul selama bermain
Anak bermain sesuai tumbang
Ortu mengerti pentingnya bermain
Ada jalinan kerjasama antara ortu, anak, perawat
DIarsipkan di bawah: KUMPULAN KULIAH | Ditandai: Anak