• MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN

    Assalamu' alaikum Wr Wb Salam hangat dari Saya. Suatu kebahagiaan yang tiada terkira, satu KeAgungan dari Sang Pencipta ALLAH SWT telah diperlihatkan kembali. Blog ini satu bukti KeAgungan-Nya, melalui tangan dan pikiran saya Insya Allah dengan ijin-Nya saya mencoba memberikan informasi seputar dunia keperawatan. Saya juga mohon masukan dan kritik yang membangun guna mengembangkan kreatifitas saya dan perkembangan ilmu keperawatan pada umumnya. Amien Wassalamu' alaikum Wr Wb.
  • Kategori

  • Top Clicks

  • Top Posts

  • Pengunjung

    • 427,153 Orang
  • 5 Kiriman Teratas

  • @Arifin2Atmaja

    • Apa jadinya kalau semua status tanpa komentar. 9 months ago
    • Satu pelajaran berharga, tetap jaga niat baik sampai kapanpun. 10 months ago
    • Selamat Idul Fitri 1434 H. Minal 'aidzin wal faidzin Taqoballahu minna waminkum. 11 months ago
    • RT @pakbn: Becik ketitik ala ketara | Setiap kebaikan ataupun keburukan pasti akan terlihat 1 year ago
    • Hancurnya dunia merupakan kebahagiaan yang tak terkira bagi orang yang beriman. Karna ia mendambakan balasan dari TUHANNYA. 2 years ago
  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya.

  • Top Rated

GLAUKOMA


ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GLAUKOMA

Glaukoma adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokuler ( TIO ). Peningkatan tekanan menyebabkan kerusakan iskemik pada discus optic dan sel-sel sayarf dari retina, dengan kehilangan progresif dari penglihatan perifer.
Peningkatan TIO terjadi bila aliran keluar dari humos aquor dalam bagian anterior mata terhambat. Aquos humor secara continue disekresi oleh badan silisre untuk memberi nutrient pada lensa.
Terdapat dua bentuk primer dari gloukoma :
1. Glaukoma sudut terbuka primer ; disebabkan oleh degenerasi jaringan trabekular, kelainan yang mengenai kedua mata ( bilateral ), awitan gejala -gejala bertahap.
2. Glaukoma sudut tertutup primer ( glaucoma akut ) disebabkan oleh blok jaringan trabekular, jaringan iris perifer, keterlibatan unilateral , gejal-gejala terjadi tiba-tiba.

PATOFISIOLOGI
Tekanan intraocular dipertahankan oleh produksi dan pengaliran humor aquos yang terus-menerus di rongga interior. Glaucoma terjadi bila ada hambatan dalam pengaliran humos akuor yang menyebabkan peningkatan tekanan intra okuler. Bila tekanan terus meningkat dapat terjadi kerusakan mata. Sraf-saraf optic, ganglion, dan sel saraf retina beregenerasi. Perubahan pertam sebelum sampai hilangnya penglihatan adalah perubhana penglihatan perifer. Bila tidak ditangani bisa mneimnbulkan kebutaan.

Glaukoma sudut terbuka
Glaukoma sudut terbuka merupakan sebagian besar dari glaucoma ( 90- 95 % ), yang meliputi kedua mata. Timbulnya kejadian secara lamabt. Disebut sudut terbuka karena humor aquos mempunayi pintu terbuka ke jaringan trabekular. Pengaliran dihambat oleh perubahan degeneratif jaringan trabekular , saluran schlemm dan saluran yang berdekatan. Perubahan degeneratif saraf optic juga dapat terjadi. Gejala awal biasanya tidak ada, kelainan terdiagnosa dengan adanya peningkatan Tekanan Intra Okular .

Glaukoma Sudut tertutup.
Glaukoma sudut tertutup baiasanya terjadi sebagai suatu episode akut, meskipun bisa juga subakut atau kronik. Disebut sudut tertutup karena ruang anterior secara anatomis menyempit sehingga iris terorong ke depan, menempel ke jaringan trabekular dan menghambat humos aquor mengalir ke saluran schlem. Pergerakan iris kedepan dapat karena peningkatan tekanan vitreus, penambahan cairan di ruang posterior atau lensa yang mengeras karena usia tua. Tekanan intra Okular normal ketika sudut menyempit, tetapi tetap terbuka sehingga tidak menghambat atau menahan aliran. Gejala -gejala yang timbul dari penutupan yang tiba-tiba dan meningkatnya tekanan Intra Okular dapat berupa nyeri mata yang berat, penglihtan yang kabur dan terlihat bayangan sekitar cahaya ( halo ). Penempelan iris menyebabkan dilatasi pupil, bila tidak segera ditangani bisa terjadi kebutaan dan nyeri yang hebat.

PENGKAJIAN DATA DASAR
1. Riwayat atau adanya faktor-faktor resiko :
- Riwayat keluarga positif ( diyakini berhubungan dengan glaucoma sudut terbuka primer )
- Tumor mata
- Hemoragi intraokuler
- Inflamasi intraokuler uveiti )
- Kontusio mata dari trauma.
2. Pemeriksanan fisik berdasrkan pengkajian umum pada mata dapat menunjukan :
Untuk sudut terbuka primer
Melaporkan kehilangan penglihatan perifer lambat ( melihat terowongan )
Untuk sudut tertutup primer :
- Kejadian tiba-tiba dari nyeri berat pada mata sering disertai dengan sakit kepala , mual dan muntah.
- Keluhan -keluhan sinar halo, penglihatan kabur, dan enurunan persepsi sinar.
- Pupil terfiksasi secara sedang dengan sclera kemerahan karena radang dan kornea tampak berawan.
3. Pemeriksaan Diagnostik
- Tonometri digunakan untuk mengukur Tekanan intra Okular. Glaukoma dicurigai bila TIO lebih besar dari 22 mmHg.
- Gonioskopi memungkinkan melihat secara langsung ruang anterior untuk membedakan antara glaucoma sudut tertutup dan glaucoma sudut terbuka.
- Optalmoskopi memungkinkan pemeriksa melihat secara langsung discus optic dan struktur mata internal.
4. Kaji pemahaman klien tentang kondisi dan respons emosional terhadap kondisi dan rencana tindakan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri berhubungan dengan spasme , tekanan intra ookuler, glaucoma akut.
Ditandai dengan klien mengungkapkan rasa nyeri pada mata, klien melindungi sisi yang nyeri, mengerutkan dahi dan merintih.
Kriteria evaluasi : mendemonstrasikan berkurangnya ketidaknyamanan, menyatakan nyeri hilang / berkurang, ekspresi wajah rileks, tak ada merintih.

Rencana Perawatan :
1). Pantau TD, nadi, dan Respirasi tiap 4 jam .
Pantau derajat nyeri mata tiap 30 menit selama fase akut.
Pantau masukan dan haluaran tiap 8 jam saat menerima agen osmotic intravena.
Pantau ketajaman penglihatan setiap waktu sebelum penetesan agen oftalmik yang diintruksikan . Tanyakan bila obyek bersih atau kabur.
2). Berikan agen optalmik yang diinstruksikan untuk glaucoma. Informasikan ke dokter jika :
- hipotensi
- haluaran urinarius kurang dari 240 ml / jam
- Tak hilangnya nyeri pada mata dalam 30 menit terapi obat
- Penurunan terus-menerus ketajaman penglihatan.
3). Siapkan klien untuk tindakan pembedahan
4). Pertahankan tirah baring pada posisi semi fowler. Cegah peningkatan TIO :
- Anjurkan klien untuk menghindari batuk, bersin, mengejan, atau menempatkan kepala dibawah panggul
5). Berikan lingkungan tenang dan hindari cahaya.
6). Berikan anlgesik yang diresepkan dan evaluasi keefektifannya

2. Ansietas berhubungan dengan factor ketakutan terhadap kebutaan permanent, kurang pengetahuan tentang pengobatan.
Ditandai dengan klien menyatakan perasaan gugup, ketakutan, pengulangan pertanyaan, suara bergetar, mengakui kekurangpahaman.
Kriteria Evaluasi : Klien mendemonstrasikan hilangnya ansietas, berkurangnya perasan gugup dan kuatir, mengungkapkan pemahaman tentang rencana tindakan , serta posisi tubuh rileks.
Intervensi :
1). Jangan beri tahu klien terlebih dahulu bahwa kerusakan peglihatn atau penurunan penglihatan akan permanent , meskipun kebutaan sebelum mulainya tindakan mungkin permanent karena destruksi sel-sel saraf retina Karen apeningkatan TIO.
2). Biarkan klien mengekspresikan perasaan tentang kondisinya. Pertahankan cara yang tenang dan efesien, jelaskan tujuan semua tindakan yang ditentukan.
3). Pertahankan pengaman tempat tidur untuk mengingatkan klien untuk tidak turun dari tempat tidur.
4). Hilangkan rasa nyeri.

3. Resiko tinggi inefektif perawatan diri di rumah
Ditandai dengan klien menyatakan kurang pengetahuan tentang perawatan diri saat pulang, system pendukung kurang adekuat, klien menginformasikan ketidaktersediaan orang terdekat untuk membantu perawatan di rumah, menyatakan ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas perawatan dirumah dengan aman.

Kriteria evaluasi :
Klien dapat melakukan perawatan mata yang diperlukan dengan aman, mengungkapkan pemahaman tentang kondisinya, mengungkapkan kepuasan dengan rencana-rencana untuk bantuan perawatan di rumah.

Renacna tindakan :
1). Bila gejala-gejala akut terkontrol, berikan informasi tentang kondisi klien, tekankan bahwa glaucoma memerlukan pengobatan sepanjang hidup. Instruksikan klien untuk mencari pertolongan bila ketidaknyamanan mata dan geal-gejala peningkatan TIO terulang saat menggunakan obat. Ingatkan klien bahwa risiko glaukoma terjadi pada mata yang tak sakit selalu ada.
2). Ajarkan dan upayakan klien mempraktekan pemberian sendiri tetes mata bila pembedahan mata tidak dilakukan. Bila klien tidak dapat memberikan tetes mata , ajarkan orang terdekat. Berikan informmasi tentang dosis, nama, jadwal, tujuan, dan efek samping yang dapat dilaporkan dari semua obat-obatn yang diresepkan di rumah.
3). Anjurkan klien hat-hati terhadap kemungkinan cidra mata :
- Bila menggunakan obat spray, jauhkan dari mata.
- Hindari menggunakan insektisida semprot saat angina kencang.
- Gunakan kacamata untuk melindungi pemaparan sinnar matahari .
- Upayakan cahya / sinar adekuat untuk membaca.

glaukoma1

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: