• MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN

    Assalamu' alaikum Wr Wb Salam hangat dari Saya. Suatu kebahagiaan yang tiada terkira, satu KeAgungan dari Sang Pencipta ALLAH SWT telah diperlihatkan kembali. Blog ini satu bukti KeAgungan-Nya, melalui tangan dan pikiran saya Insya Allah dengan ijin-Nya saya mencoba memberikan informasi seputar dunia keperawatan. Saya juga mohon masukan dan kritik yang membangun guna mengembangkan kreatifitas saya dan perkembangan ilmu keperawatan pada umumnya. Amien Wassalamu' alaikum Wr Wb.
  • Kategori

  • Top Clicks

  • Top Posts

  • Pengunjung

    • 427,024 Orang
  • 5 Kiriman Teratas

  • @Arifin2Atmaja

    • Apa jadinya kalau semua status tanpa komentar. 9 months ago
    • Satu pelajaran berharga, tetap jaga niat baik sampai kapanpun. 10 months ago
    • Selamat Idul Fitri 1434 H. Minal 'aidzin wal faidzin Taqoballahu minna waminkum. 11 months ago
    • RT @pakbn: Becik ketitik ala ketara | Setiap kebaikan ataupun keburukan pasti akan terlihat 1 year ago
    • Hancurnya dunia merupakan kebahagiaan yang tak terkira bagi orang yang beriman. Karna ia mendambakan balasan dari TUHANNYA. 2 years ago
  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya.

  • Top Rated

Askep Asma


ASUHAN KEPERAWATANPADA KLIEN

DENGAN ASMA BRONCHIALE YANG MENGALAMI GAGAL NAFAS

I.        DEFINISI

           Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronchi berspon dalam secaa hiperaktif terhadap stimuli tertentu. ( Smeltzer,  C . Suzanne, 2002, hal 611)

 

II.     PENYEBAB

  1. Alergen ; makanan, debu rumah, bulu binatang
  2. Infeksi : virus, bakteri, jamur, parasit
  3. Iritan : minyak wangi, asap rokok, polutan udara, bau tajam
  4. Cuaca : perubahan tekanan udara, suhu, amgin, dan kelembaban udara

 

III. Faktor pencetus:

  1. Kegiatan jasmani : kegiatan jasmani yang berat seperti: berlari, naik sepeda
  2. Psikologis seperti stress

( Ngastiyah, 1997, hal 67-68)

 

IV. TANDA DAN GEJALA

  1. Stadium dini

Faktor hipersekresi yang lebih menonjol

-    Batuk dengan dahak bisa dengan maupun tanpa pilek

-    Rochi basah halus pada serangan kedua atau ketiga, sifatnya hilang timbul

-    Whezing belum ada

-    Belum ada kelainan bentuk thorak

-    Ada peningkatan eosinofil darah dan IG E

-    BGA belum patologis

Faktor spasme bronchiolus dan edema yang lebih dominan

-          Timbul sesak napas dengan atau tanpa sputum

-          Whezing

-          Ronchi basah bila terdapat hipersekresi

-          Penurunan tekanan parsial O2

 2. Stadium lanjut/kronik

-          Batuk, ronchi

-          Sesak nafas berat dan dada seolah –olah tertekan

-          Dahak lengket dan sulit untuk dikeluarkan

-          Suara nafas melemah bahkan tak terdengan (silent Chest)

-          Thorak seperti barel chest

-          Tampak tarikan otot sternokleidomastoideus

-          Sianosis

-          BGA Pa o2 kurang dari 80%

-          Ro paru terdapat peningkatan gambaran bronchovaskuler kanan dan kiri

-          Hipokapnea dan alkalosis bahkan asidosis respiratorik

(Halim Danukusumo, 2000, hal 218-229)

 

V.        PATHWAYS

VI.        PEMERIKSAAN PENUNJANG

  1. Spirometri
  2. Pemeriksaan sputum
  3. Pemeriksaaan eosinofil total
  4. Uji kulit
  5. Pemeriksaan  kadar Ig E  total dan Ig E specifik dalam sputum
  6. Foto thorak
  7. AGD

 

VII.  FOKUS PENGKAJIAN

A.     PENGKAJIAN PRIMER

1. Airway

Krekels, ronkhi, batuk keras, kering/produktif

Penggunaan otot –otot aksesoris pernapasan ( retraksi interkosta)

2. Breathing

Perpanjangan ekspirasi , mengi, perpendekan periode inspirasi, sesak napfas, hipoksia

3. Circulation

Hipotensi, diaforesis, sianosis, pulsus paradoxus > 10 mm

 

B.     PENGKAJIAN SEKUNDER

1. Riwayat penyakit sebelumnya

Alergi, batuk pilek, menderita penyakit infeksi saluran nafas bagian atas

2. Riwayat perawatan keluarga

Adakah riwayat penyakit asma pada keluarga

3. Riwayat sosial ekonomi

Jenis pekerjaan dan waktu luang, jenis makanan yang berhubungan dengan alergen, hewan piaraan, lingkungan tempat tinggal dan stressor emosi

 

VIII.   DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNCUL

1. Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b. d bronkospasme, peningkatan produksi sekret, sektet kental

Tujuan: bersihan jalan nafas efektif

KH:

-    Bunyi nafas bersih

-    Batuk efektif/mengeluarkan dahak

Intervensi:

-    Ausultasi bunyi nafas, catat adanya bunyi nafas tambahan misalnya: mengi, krekel, ronchi

-    Kaji frekuensi dispnea: gelisah, ansietas distress pernapasan, penggunan otot bantu

-    Beri klien posisi yang nyaman misalnya peninggian empat tidur, duduk (fowler)

-    Pertahankan/ bantu batuk efektif

-    Observasi karakteristik batuk

-    Tingkatkan masukan cairan sampai 3000 ml/hari dan berikan air hangat

-    Berikan obat sesuai indikasi

-    Kolaborasi pengambilan bahan lab : Hb, Ht, leukosit, foto thorak

2. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan penurunan ekspansi paru selama serangan akut

Tujuan: pola nafas efektif

Kriteria hasil:

-          Sesak berkurang atau hilang

-          RR 18-24x/menit

-          Tidak ada retraksi otot pernapasan

Intervensi:

-          Kaji tanda dan gejala ketidakefektifan pernapasan : dispnea, penggunaan otot-otot pernapasan

-          Pantau tanda- tanda vital dan gas- gas dalam arteri

-          Baringkan pasien dalam posisi fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi dada

-          Berikan terapi oksigen sesuai pesanan

3. Cemas b.d krisis situasi

Tujuan : cemas berkurang/ hilang

KH:

-          Klien tampak rileks

-          Klien menyatakansesak berkurang

-          Tanda – tanda vital normal

Intervensi;

-          Kaji tingkat kecemasan klien

-          Observasi respon non verbal (gelisah)

-          Ukur tanda-tanda vital

-          Dengarkan keluhan klien dengan empati

-          Jelaskan informasi yang diperlukan klien tentang penyakitnya, perawatan dan pengobatannya

-          Ajarkan klien tehnik relaksasi (memejamkan mata, menarik nafas panjang)

-          Menganjurkan klien untuk istirahat

(Tucker S. Martin,  1998 hal 242-243)

 

DAFTAR PUSTAKA

Halim Danukusantoso, Buku Saku Ilmu Penyakit Paru, Jakarta, Penerbit Hipokrates , 2000

Smeltzer,  C . Suzanne,dkk, Buku Ajar keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8 Vol 1. Jakarta , EGC,  2002

Ngastiyah, Perawatan Anak Sakit, Jakarta, EGC, 1997

Hudak & Gallo, Keperawatan Kritis, Edisi VI,Vol I, Jakarta, EGC, 2001

Tucker S. Martin,  Standart Perawatan Pasien, Jilid 2, Jakarta, EGC, 1998

About these ads

4 Tanggapan

  1. info yang bagus…
    saran kalau bisa ditambah Diagnosa NANDA…
    salam sejawat…

  2. diperbagus pa biar bisa jadi blog yg keren
    sukses pa,,,,, :)
    amin

  3. Biasanya px dengan riwayat asma itu.untuk obatnya dsarankan minum obat apa dok.mksih sblumy

  4. Asma yang penting kenali dulu alergennya (debu, makanan, suhu atau yang lain) kalau sudah tahu alergennya yang paling baik adalah meghindari alergen tadi. Kalau obat lebih baik yang berupa sprai (semprot) biar cepat lega saat ada serangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: