• MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN

    Assalamu' alaikum Wr Wb Salam hangat dari Saya. Suatu kebahagiaan yang tiada terkira, satu KeAgungan dari Sang Pencipta ALLAH SWT telah diperlihatkan kembali. Blog ini satu bukti KeAgungan-Nya, melalui tangan dan pikiran saya Insya Allah dengan ijin-Nya saya mencoba memberikan informasi seputar dunia keperawatan. Saya juga mohon masukan dan kritik yang membangun guna mengembangkan kreatifitas saya dan perkembangan ilmu keperawatan pada umumnya. Amien Wassalamu' alaikum Wr Wb.
  • Kategori

  • Top Clicks

  • Top Posts

  • Pengunjung

    • 504,381 Orang
  • 5 Kiriman Teratas

  • @Arifin2Atmaja

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 14 pengikut lainnya

  • Top Rated

Imunisasi pada Anak


IMUNISASI

PENGERTIAN DASAR
 Immunisasi ; merupakan antigen-antibodi yang berguna sebagai mekanisme perlawanan tubuh terhadap penyebab penyaikit.
 Antigen ; Zat sejenis protein yang jika dimasukkan ke dalam akan menimbulkan reaksi kekebalan dengan pembentukan anti bodi. Antigen berasal dari protein kuman / racun.
 Antibodi ; Bahan yang timbul sebagai reaksi tubuh terhadap adanya rangsangan dari antigen.
 Vaksin ; racun / suspensi kuman ( virus / bakteri ) yang di lemahkan atau dimatikan untuk menimbulkan immunitas.

MACAM – MACAM KEKEBALAN

Untuk Ibu Cerdas

Untuk Ibu Cerdas

1. Kekebalan aktif :
Immunitas timbul karena anak membuat sendiri zat anti (penolak penyebab penyakit).
a. Kekebalan aktif alamiah ; Kebal setelah sembuh dari sakit, misalnya ; cacar.
b. Kekebalan aktif buatan ; Kebal setelah anak mendapat vaksin penyebab penyakit, misalnya ; vaksin BCG, vaksin POLIO, vaksin PERTUSIS.
2. Kekebalan pasif :
Immunitas timbul dimana tubuh tidak membuat sendiri zat anti jadi kekebalan yang didapat.
a. Kekebalan pasif alamiah ; Didapat sejak lahir dari ibunya dan akan menurun setelah kurang lebih 5 bulan, misalnya ; morbili.
b. Kekebalan pasif buatan ; Setelah tubuh mendapat suntikan serum immunitas, misalnya ; TT, ATS.
3. Kekebalan Diturunkan
Immunitas yang di bawa sejak lahir dimana mayoritas penduduk kebal terhadap penyakit tersebut.

 

JENIS – JENIS VAKSIN
1. Kuman yang dimatikan, misalnya ; pertusis.
2. Kuman hidup yang dimatikan, misalnya ; vaksin BCG, Campak, dan vaksin Polio.
3. Vaksin dari racun / toksin / serum, misalnya ; vaksin TT & DT.
4. Vaksin dari protein kuman, misalnya ; vaksin Hepatitis.

PEDOMAN IMMUNISASI
1. Virus hidup sebaiknya diberikan dengan interval minimal satu bulan (jika tidak diberikan bersamaan).
2. Virus hidup dan virus yang dimatikan dapat diberikan secara bersamaan dengan lokasi yang berbeda.
3. Virus hidup dapat dikombinasikan, misalnya ; measles, mumps dan rubella.
4. Virus yang dimatikan dapat diberikan secara bersamaan dengan vaksin lain pada lokasi yang berbeda.

PENANGGULANGAN REAKSI IMUNISASI
1. Sebelum pemberian immunisasi , mengkaji faktor-faktor ;
a. Adanya penyakit akut, bila ya immunisasi ditunda.
b. Adakah efek samping pemberian vaksin sebelumnya, jika ya dosis dikurangi atau tidak diberikan.
c. Vaksin dari virus hidup tidak diberikan pada klien ;
– menderita keganasan.
– wanita hamil.
– mendapat terapi imunosupresif.
2. Jika terjadi kasus reaksi tertentu pada beberapa anak yang di immunisasi, maka vaksin tersebut tidak digunakan lagi.
3. Reaksi yang spesifik dapat dicegah dengan tindakan yang sederhana  informasikan bahwa immunisasi kemungkinan dapat menimbulkan reaksi ;
– demam  berikan anti piretik
– gatal-gatal  berikan anti histamin
– nyeri  berikan analgetik.
4. Sebelum imunisasi  perlu adanya ” inform consent”.

RATIONAL PERLUNYA IMMUNISASI
1. Sistem kekebalan tubuh tidak dapat melindungi / menolak segala macam penyakit, dan dengan pemberian vaksin tubuh akan membentuk antibodi, sehingga individu akan kebal terhadap jenis penyakit tertentu.
2. Booster diberikan untuk menjaga agar efektifitas titer anti bodi tetap tinggi.
3. Immunisasi dapat mencegah terjadinya kematian atau kecacatan akibat penyakit menular.
Misalnya ; sterilitas  gondongan, kelumpuhan  poliomyelitis.
4. Klien yang tidak immunisasi  terjadi ancaman :
a. Bumil jika terinfeksi rubella, maka fetus terancam kelainan kongenital.
b. Jika terjadi infeksi  dapat timbul efek samping yang lebih berat dan berbahaya.
c. Potensial terjadi kondisi yang fatal.
5. Anak tidak di immunisasi akan mudah sakit, penanggulangannya perlu ekstra biaya.

PEMBERIAN IMMUNISASI
1. Prinsip immunisasi :
a. Diberikan sebelum kekebalan dari ibu tidak aktif lagi.
b. Kombinasi vaksin ;
– Meringankan biaya
– Hemat waktu
– Mengurangi penderitaan.
c. Vaksin menimbulkan reaksi minimal.
2. Perhatikan :
Persyaratan pemberian ;
a. Bayi / anak dalam kondisi sehat.
b. Cara pemberian benar.
c. Vaksin baik dan jenis sesuai.
d. Dosis tepat.
3. Penyimpanan vaksin :
a. Hindarkan dari sinar matahari.
b. Perhatikan suhu dan kelembaban.

VAKSIN DAN CARA PEMBERIANNYA

I. POLIO
1. Jadwal dan dosis ;
a. Immunisasi dasar diberikan mulai usia 2 bulan sebanyak 4 x pemberian dengan interval waktu 4 minggu.
b. Immunisasi ulang pada usia 1,5 th, 2 th, 5 th dan 10 th.
c. Dosis ; 2 tetes.
2. Tempat pemberian ; oral ( mulut ).
3. Reaksi ;
a. Tidak ada.
b. Pada bayi kemungkinan diare.
4. Kontra indikasi ;
a. Diare berat
b. Sakit parah.
c. Defisiensi kekebalan.
5. Perhatian ;
a. Vaksin :
– simpan di lemari es dengan suhu 2 – 8 C.
– rusak setelah 3 bulan
– setelah dilarutkan untuk 1 x kegiatan tidak boleh lebih dari 3 jam
b. Jangan diberi ASI kurang dari 2 jam setelah diberi vaksin.

II. CAMPAK
1. Jadwal dan dosis ; Pertama diberikan pada usia 9 bulan dengan dosis 0,5 ml.
2. Tempat pemberian ; Sepertiga lengan kanan bagian atas dengan cara sub cutan.
3. Reaksi ;
a. Tidak ada spesifik.
b. Dapat timbul demam, bercak merah pada pipi bawah telinga setelah 7 – 8 hari injeksi.
4. Kontra indikasi ;
a. Infeksi berat dengan demam.
b. Defisiensi immun.
c. Therapi imunosupresif.
d. Alergi telur, ayam.
5. Perhatian ;
a. Vaksin ;
– simpan pada suhu 2 – 8 C.
– rusak setelah 1 tahun.
– hindarkan dari matahari.
– setelah dilarutkan dapat tahan 8 jam.
b. Vaksinasi sekali, dapat kebal lebih dari 14 tahun.

III. HEPATITIS
1. Jadwal dan dosis ;
a. Dosis ;
– 0,5 ml untuk anak kurang dari 10 tahun.
– 1 ml untuk orang dewasa.
b. Pemberian sebanyak 3 x pemberian, Immunisasi ulang 1& 6 bulan setelah immunisasi pertama. Ketentuan khusus tergantung pabrik pembuat vaksin.
2. Tempat pemberian ; diberikan secara intra muskuler.
3. Reaksi ;
a. Nyeri pada bekas suntikan.
b. Reaksi peradangan.
c. Reaksi sistemik ; lesu, panas kurang.
4. Kontra indikasi ; tidak ada.
5. Perhatian ;
a. Jika bayi lahir pada ibu dengan HBsAg positif, maka ; dosis pertama diberikan 7 hari setelah lahir dan beberapa jam setelah lahir diberikan immunoglobulin Hep. B ( HBIG ).
b. Vaksin ;
– cepat rusak pada suhu kurang dari 0 C dan pada suhu 37 – 45 C sampai dengan 30 hari potensi masih baik.
– bentuk cair, tidak berwarna.
– disimpan pada suhu 2 – 8 C.
– kadaluwarsa setelah 2 tahun.

6 Tanggapan

  1. Maaf Mas Kurang rinci penjelasannya. Kurang menarik. Lain kali lebih menggigit gitu Lhooo ??? Salam kenal : Lala

  2. bagaimana pendapat anda tentang bahaya imunisasi yang ada di blog linawarda.blogspot.com, Sebagai orang awam, terus terang saya jadi bimbang untuk memberikan imunisasi pada bayi saya.

  3. Menurut saya, semua imunisasi ada resikonya masing2. Tapi menurut penelitian dan kasus di masyarakat memang sangat kasuistik sekali. Tingkat keberhasilan dari imunisasi dipengaruhi beberapa hal, antara lain :
    1. Expairt Date (ED) sesuai apa tidak.
    2. Vaksin Vial Monitor (VVM) Sudah berubah warna apa tidak.
    3. Perlakuan thd Vaksin, baik saat penyimpanan, tranportasi, pemberiannya sudah betul apa belum.
    4. Kondisi anak pada saat diberi imunisasi.
    5. Perlakuan anak setelah diberikan imunisasi sudah betul apa belum.
    Yang lebih utama lagi bahwa pengetahuan ibu thd imunisasi itu sendiri. Bahwa imunisasi hanya untuk pencegahan terhadap sakit. Bukan berarti anak akan kebal terhadap penyakit apapun. Perlu juga diperhatikan lingkungan tumbuh kembang anaknya. Itu yang bisa saya komentari. Terimakasih.

  4. thankyou artikelnya berguna,,mudah-mudahan jadi ilmu yang bermanfaat

  5. jenis- jenis imunisasi dewasa ap aj sich??

  6. Imunisasi TT, Imunisasi Meningitis dan sekarang banyak lagi macam imunisasi terutama untuk alergi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: