• MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN

    Assalamu' alaikum Wr Wb Salam hangat dari Saya. Suatu kebahagiaan yang tiada terkira, satu KeAgungan dari Sang Pencipta ALLAH SWT telah diperlihatkan kembali. Blog ini satu bukti KeAgungan-Nya, melalui tangan dan pikiran saya Insya Allah dengan ijin-Nya saya mencoba memberikan informasi seputar dunia keperawatan. Saya juga mohon masukan dan kritik yang membangun guna mengembangkan kreatifitas saya dan perkembangan ilmu keperawatan pada umumnya. Amien Wassalamu' alaikum Wr Wb.
  • Kategori

  • Top Clicks

  • Top Posts

  • Pengunjung

    • 504,381 Orang
  • 5 Kiriman Teratas

  • @Arifin2Atmaja

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 14 pengikut lainnya

  • Top Rated

Therapi Bermain


BERMAIN SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN KEPRIBADIAN ANAK

Coba renungkan !!!……
 mengapa begitu banyak para pejabat tinggi negara kita,baik eksekutif maupun legislatif kerap “mempertontonkan” sikap berebut kursi, mau menang sendiri, menyalah-nyalahkan orang lain, hingga merasa dirinya paling benar ?

Coba tengok televisi ……???
 Kakek dan nenek menggoyangkan pinggulnya di televisi mengikuti alunan lagu-lagu country ……..

Coba diam sejenak…!!!!
 Kita sering dengar orang tua kita memarahi adik kita, bahkan mungkin …….kita sendiri,
– Main melulu, mau jadi anak yang bodoh ya !!!
– Dasar pemalas, belajar !!!!

ILMU JIWA PERKEMBANGAN
 Anak yang melalui tahap-tahap perkembangan secara harmonis dan tidak terkekang , mereka memiliki peluang yang cukup bebas, akan menjadi anak yang penuh kegembiraan dan sarat dengan semangat hidup
 Anak seperti ini akan tumbuh menjadi orang dewasa yang stabil dan seimbang dalam menjalani hidup ini.
 Menghilangkan masa kanak-kanak berarti menggelincirkan masyarakat itu sendiri menjadi masyarakat yang infantil atau kekanak-kanakan.

ANAK
 Tumbuh
 Berkembang

BERMAIN
 Cara alamiah bagi anak untuk mengungkapkan konflik dalam dirinya yang tidak disadari (Wholey & Wong, 1995)
 Bermain terdiri atas tanggapan yang diulang untuk kesenangan tanpa mempertimbangkan hasil akhir (Piaget dan Hurlock, 1991)
 Kegiatan untuk dapat belajar menguasai dunia dan peran sosial (Cohen, 1993)

PENDAPAT LAIN
 Kegiatan yang dilakukan sesuai dengan keinginan sendiri untuk memperoleh kesenangan (Foster)
 Ungkapan behasa secara alami yang diekspresikan melalui bio-psiko-sosial yang berhubungan dengan lingkungan (Smith , 1991)
 Bentuk pertama anak belajar dan beradaptasi dengan lingkungan, mendapatkan kesenangan (Brucker & Wallin, 1996)

WHAT IS PLAY THERAPY
 Play gives children the opportunity to search for and experiment with alternative solutions to their problems (Jerome Singer)
 Play is a child’s work and this is not a trivial pursuit (Alfred Adler)
 Play affords direct access to a child’s unconscious. Play for the child is like free association for the adult (Melanie Klein)

Indications that a child may benefit from play therapy include ;

  • Low self esteem
  • Excessive anger, worry, sadness, or fear
  • Behavior which immature for the child’s age
  • Failure to learn or other school problems
  • Behavior which interferes with making friends
  • Problem with eating, sleep, or elimination
  • Preoccupation with sexual behavior
  • Physical symptoms such as headaches and stomach aches which have no medical cause
  • Difficulty adjusting to family changes
  • Talking about not wanting to live
  • Excessive shyness
  • Experiencing trauma such as chronic illness etc.

KLASIFIKASI BERMAIN
 Menurut karakteristik sosial:
– Onlooker play
– Solitary play
– Paralel play
– Assosiative play
– Cooperative play

 Menurut isinya:
– Social afectif play
– Sense of pleasure play
– Skill play
– Dramatic play/role play

KATEGORI BERMAIN ( Hurlock, 1991)

 Bermain aktif —— kesenangan timbul dari apa yang dilakukan oleh individu
– bermain bebas dan spontan/eksplorasi, drama, bermain musik, koleksi sesuatu, olah raga
 Bermain pasif/hiburan —– kesenangan diperoleh dari kegiatan oranglain, tanpa mengeluarkan banyak energi
– Membaca, mendengarkan radio, nonton televisi

FUNGSI BERMAIN
1. Perkembangan sensorik-motorik
2. Perkembangan kognitif
3. Perkembangan sosial
4. Perkembangan kreatifitas
5. Terapi
6. Perkembangan komunikasi
7. Perkembangan moral
8. Konsep diri

TAHAP PERKEMBANGAN BERMAIN

1. Tahap eksplorasi
2. Tahap permainan
3. Tahap bermain
4. Tahap melamun

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERMAIN
1. Tahap perkembangan
2. Perkembangan motorik
3. Intelegensia
4. Status sosial ekonomi
5. Status kesehatan
6. Jenis kelamin
7. Alat permainan
8. Lingkungan
9. Jumlah waktu bebas

KESALAHAN YANG SERING DIBUAT DALAM MEMILIH ALAT PERMAINAN
1. Ortu memberikan sekaligus banyak macam alat permainan
2. Banyak ortu membeli alat permainan yang mereka pikir indah dan menarik
3. Banyak ortu membayar mahal untuk alat permainan
4. Alat permainan terlalu lengkap/sempurna sehingga sedilkit peluang bagi anak untuk melakukan eksplorasi dan konstruksi
5. Alat permainan tidak sesuai dengan umur anak , terlalu tua/muda terhadap alat permainan
6. Memberikan terlalu banyak alat permainan dengan tipe yang sama
7. Banyak ortu yang tidak meneliti keamanan terhadap alat permainannya

JENIS PERMAINAN
Bayi ( 1 Bulan)
 Visual — mendekatkan benda yang terang dan menyolok (20-30 cm)
 Auditory — bicara dengan bayi, menyanyi, bercanda,main musik, dengar radio
 Tactile — memeluk bayi, menggendong bayi, beri kehangatan
 Kenetic — naik kereta dorong, diayun

Bayi (2-3 bulan)
 Visual — buat ruangan menjadi terang, tempel gambar di dinding, pasang cermin di dinding
 Auditory –bicara dengan bayi, mainan yang berbunyi, ikut sertakan dalam pertemuan keluarga
 Tactile –membelai bayi waktu memandikan, mengganti pakaian bayi, menyisir rambut bayi
 Kenetic — jalan-jalan naik kereta dorong, gerakan berenang saat mandi di ember

Bayi (4-6 bulan)
 Visual — beri mainan warna terang, mencolok, bercermin, nonton TV
 Auditory — ajak bicara, panggil namanya, ulangi suara yang dibuat, meremas kertas , mainan berbunyi
 Tactile — Beri mainan dgn berbagai texture,mandi dimasukkan ember
 Kenetic — bantu tengkurap dan duduk dll

Bayi (6-9 bulan)
 Visual — berikan mainan warna-warni yang bergerak, main ciluk- baa
 Auditory — ajari tepuk tangan, panggil namanya dan orangtua, sebut bagian tubuh,
 Tactile — beri mainan dengan berbagai texture, gerakan air mengalir, berenang
 Kenetic — gunakan baby walker, kereta dorong, letakkan mainan jauh dari anak, ajari anak berdiri

Bayi 9-12 bulan)
 Visual — perlihatkan gambar dalam buku, ajak ke berbagai tempat, tunjuk bangunan agak jauh
 Auditory — tunjuk bagian tubuh dan sebut namanya, kenalkan suara binatang
 Tactile — berikan mainan yang dapat dipegang, kenalkan benda dingin/hangat
 Kenetic — beri mainan yang dapat ditarik dan didorong

Todler (1-3 tahun)
 Mulai mengerti arti memiliki
 Menyenangi musik, irama
 Senang berebut mainan dan bertengkar dengan teman
 Senang melempar, mendorong, mengambil sesuatu, dapat berjalan, memanjat, lari
 Karakteristik :paralel dan solitary play
 Jenis mainan: boneka, kereta tarik, alat masak, bola dengan berbagai ukuran, cerita dan buku bergambar, pasir/tanah liat, kertas, crayon dll

Pra sekolah (3-5 tahun)
 Dapat berlompat, berlari, dapat naik sepeda roda tiga
 Sangat energik
 Bermain dengan kelompok teman
 karakteristik: assosiatif play, skill play
 Jenis mainan : sepeda roda tiga, alat masak, olahraga, menghitung, boneka tangan, mobil, kapal terbang dll

Usia sekolah (6-12 tahun)
 Karakteristik: kooperatif play
 Bermain dengan kelompok yang berjenis kelamin sama
 Dapat belajar independent, cooperatif, bersaing, menerima orang lain
 Tingkah laku diterima teman sebaya
 Laki-laki – mechanical
 Perempuan — mother role

Remaja (13-20 tahun)
 Karakteristik permainan :keahlian, video/komputer
 Bermain dalam kelompok teman — main sepak bola, basket, bulu tangkis
 Senang mendengar music
 Melihat TV
 Dengarkan radio
 Baca majalah atau buku cerita, novel

ASUHAN KEPERAWATAN


PENGKAJIAN
– Umur anak, jenis kelamin,jenis penyakit,status emosi, permainan yang disukai,kebiasaan bermain setiap hari
– Riwayat kesehatan,kontra indikasi
– Orangtua menunggui/tidak dlm bermain
– Apakah ada kelainan pd waktu bermain

PERENCANAAN BERMAIN
 Buat jadwal
 Buat prioritas tindakan
 Libatkan anak dan keluarga untuk memilih mainan
 Rumuskan tujuan bermain
 Tentukan waktu / lama permainan

PELAKSANAAN
 Alat permainan didekatkan pada anak
 Motivasi anak untuk bermain
 Libatkan keluarga dalam pelaksanaan bermain
 Bantu anak — jika tidak bisa melakukan
 Berikan reinforcement — jika berhasil
 Observasi keadaan umum selama bermain

EVALUASI
 Dokumentasikan pelaksanaan bermain dalam status perawatan
 Adakah rasa tidak nyaman
 Masalah yang muncul selama bermain
 Anak bermain sesuai tumbang
 Ortu mengerti pentingnya bermain
 Ada jalinan kerjasama antara ortu, anak, perawat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: