• MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN

    Assalamu' alaikum Wr Wb Salam hangat dari Saya. Suatu kebahagiaan yang tiada terkira, satu KeAgungan dari Sang Pencipta ALLAH SWT telah diperlihatkan kembali. Blog ini satu bukti KeAgungan-Nya, melalui tangan dan pikiran saya Insya Allah dengan ijin-Nya saya mencoba memberikan informasi seputar dunia keperawatan. Saya juga mohon masukan dan kritik yang membangun guna mengembangkan kreatifitas saya dan perkembangan ilmu keperawatan pada umumnya. Amien Wassalamu' alaikum Wr Wb.
  • Kategori

  • Top Clicks

  • Top Posts

  • Pengunjung

    • 504,381 Orang
  • 5 Kiriman Teratas

  • @Arifin2Atmaja

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 14 pengikut lainnya

  • Top Rated

PEMASANGAN CVP


ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PEMASANGAN CVP

I. PENGERTIAN
Tekanan vena central (central venous pressure) adalah tekanan darah di AKa atau vena kava. Ini memberikan informasi tentang tiga parameter volume darah, keefektifan jantung sebagai pompa, dan tonus vaskular. Tekanan vena central dibedakan dari tekanan vena perifer, yang dapat merefleksikan hanya tekanan lokal.

II. LOKASI PEMANTAUAN

  • Vena Jugularis interna kanan atau kiri (lebih umum pada kanan)
  • Vena subklavia kanan atau kiri, tetapi duktus toraks rendah pada kanan
  • Vena brakialis, yang mungkin tertekuk dan berkembang menjadi phlebitis
  • Lumen proksimal kateter arteri pulmonalis, di atrium kanan atau tepat di atas vena kava superior

III. INDIKASI DAN PENGGUNAAN

  • Pengukuran tekanan vena sentral (CVP).
  • Pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium.
  • Pengukuran oksigenasi vena sentral.
  • Nutrisi parenteral dan pemberian cairan hipertonik atau cairan yang mengiritasi yang perlu pengenceran segera dalam sistem sirkulasi.
  • Pemberian obat vasoaktif per drip (tetesan) dan obat inotropik.
  • Sebagai jalan masuk vena bila semua tempat IV lainnya telah lemah.

IV. KOMPLIKASI
Adapun komplikasi dari pemasangan kanulasi CVP antara lain :

  • Nyeri dan inflamasi pada lokasi penusukan.
  • Bekuan darah karena tertekuknya kateter.
  • Perdarahan : ekimosis atau perdarahan besar bila jarum terlepas.
  • Tromboplebitis (emboli thrombus,emboli udara, sepsis).
  • Microshock.
  • Disritmia jantung

V. PENGKAJIAN
Yang perlu dikaji pada pasien yang terpasang CVP adalah tanda-tanda komplikasi yang ditimbulkan oleh pemasangan alat.

  • Keluhan nyeri, napas sesak, rasa tidak nyaman.
  • Keluhan verbal adanya kelelahan atau kelemahan.
  • Frekuensi napas, suara napas
  • Tanda kemerahan / pus pada lokasi pemasangan.
  • Adanya gumpalan darah / gelembung udara pada cateter
  • Kesesuaian posisi jalur infus set
  • Tanda-tanda vital, perfusi
  • Tekanan CVP
  • Intake dan out put
  • ECG Monitor

VI. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan aktivitas berhubungan dengan pemasangan kateter vena central
Kriteria pengkajian focus :

  • Kelemahan, kelelahan.
  • Perubahan tanda vital, adanya disritmia.
  • Dispnea.
  • Pucat
  • Berkeringat.

VII. TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN
Pasien akan mencapai peningkatan toleransi aktivitas yang dapat diukur, dibuktikan oleh menurunnya kelemahan dan kelelahan dan tanda vital DBN selama aktivitas.

VIII. INTERVENSI

  • Periksa tanda vital sebelum dan segera setelah aktivitas.

Rasionalisasi : Hipotensi ortostatik dapat terjadi dengan aktivitas.

  • Catat respons kardiopulmonal terhadap aktivitas, catat takikardi, disritmia, dispnea, berkeringat, pucat.

Rasionalisasi : penurunan/ketidakmampuan miokardium untuk meningkatkan volume sekuncup selama aktivitas, dapat menyebabkan peningkatan segera pada frekuensi jantung dan kebutuhan oksigen, juga peningkatan kelelahan dan kelemahan.

  • Kaji presipitator/penyebab kelemahan contoh nyeri.

Rasionalisasi : Nyeri dan program penuh stres jugas memerlukan energi dan menyebabkan kelemahan.

  • Anjurkan latihan ROM aktif atau bila pasien tidak dapat memenuhinya lakukan ROM pasif setiap 6 jam.

Rasionalisasi : ROM dapat meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki sirkulasi dan mengurangi rasa tidak nyaman.

  • Jelaskan bahwa gangguan aktivitas adalah kondisi sementara yang diharuskan hanya selama waktu pemantauan sementara.

Rasionalisasi : Penjelasan dapat mengurangi anxietas karena rasa takut terhadap pemasangan CVP.

  • Berikan bantuan dalam aktivitas perawatan diri sesuai indikasi.
  • Rasionalisasi : Pemenuhan kebutuhan perawatan diri pasien tanpa mempengaruhi pemasangan CVP.

DAFTER PUSTAKA

Anna Owen, 1997. Pemantauan Perawatan Kritis. EGC. Jakarta.

Carpenito, Lynda Juall, 2000. Diagnosa Keperawatan .EGC. Jakarta.

Doenges M.E. at all, 1993. Rencana Asuhan Keperwatan. Edisi 3. EGC. Jakarta

Hudak & Gallo, 1997. Keperawatan Kritis Edisi VI Volume I. EGC. Jakarta.

3 Tanggapan

  1. dikasih video

  2. Apakah akibat pemasangan CVP dapat menyebabkan Infeksi ?

  3. Jelas bisa Mas. Karena CVP termasuk tindakan invasiv. Itu tugas perawat yg harus selalu mengontrol tempat masuknya canul sehingga tidak terjadi tanda-tanda infeksi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: