• MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN

    Assalamu' alaikum Wr Wb Salam hangat dari Saya. Suatu kebahagiaan yang tiada terkira, satu KeAgungan dari Sang Pencipta ALLAH SWT telah diperlihatkan kembali. Blog ini satu bukti KeAgungan-Nya, melalui tangan dan pikiran saya Insya Allah dengan ijin-Nya saya mencoba memberikan informasi seputar dunia keperawatan. Saya juga mohon masukan dan kritik yang membangun guna mengembangkan kreatifitas saya dan perkembangan ilmu keperawatan pada umumnya. Amien Wassalamu' alaikum Wr Wb.
  • Kategori

  • Top Clicks

  • Top Posts

  • Pengunjung

    • 504,381 Orang
  • 5 Kiriman Teratas

  • @Arifin2Atmaja

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 14 pengikut lainnya

  • Top Rated

CHILD ABUSE


PENDAHULUAN

Akhir-akhir ini banyak diberitakan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang tua atau pengasuh terhadap anaknya. Dari yang memukul anak, menyiram anak dengan air panas, hingga membakar anak. Ada juga berita ayah melakukan hubungan sexual dengan anak, atau kakek dengan anak atau kakak dengan adik, bahkan sampai hamil. Banyak alasan yang dikemukakan oleh orang tua maupun pengasuh, antara lain kesal karena anak tidak bisa diberi tahu, anak rewel terus, kesal pada suami, kesal pada majikan, dsb. Itu adalah fenomena child abuse yang terjadi di sekitar kita.
Perawat, terkadang merupakan orang yang pertama mengenali adanya child abuse di masayarakat. Perawat maternitas, perawat anak dan perawat keluarga hendaknya mengamati adanya tanda – tanda family abuse sehingga dapat mempersiapkan untuk menangani hal tersebut secara objektif. Hal ini penting agar korban kekerasan menjadi aman dan agar fungsi keluarga dapat berjalan dengan baik.

PENGERTIAN
Abuse1 didefinisikan sebagai tindakan mencederai oleh seseorang terhadap orang lain. Child abuse dapat menimbulkan akibat yang panjang, seorang anak yang pernah mengalami kekerasan, dapat menjadi orang tua yang memperlakukan anaknya dengan cara yang sama.

MACAM CHILD ABUSE
4 bentuk child abuse , yaitu: 2,3

  • Emotional Abuse– Perlakuan yang dilakukan oleh orang tua seperti menolak anak, meneror, mengabaikan anak, atau mengisolasi anak. Hal tersebut akan membuat anak merasa dirinya tidak dicintai, atau merasa buruk atau tidak bernilai. Hal ini akan menyebabkan kerusakan mental fisik, sosial, mental dan emosional anak.

Indikator fisik kelainan bicara, gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan.
Indikator perilaku – kelainan keiasaan (menghisap, mengigit, atau memukul-mukul)

  • Physical Abuse Cedera yang dialami oleh seorang anak bukan karena kecelakaan atau tindakan yang dapat menyebabkan cedera serius pada anak, atau dapat juga diartikan sebagai tindakan yang dilakukan oleh pengasuh sehingga mencederai anak. Biasanya berupa luka memar, luka bakar atau cedera di kepala atau lengan.

Gambar 1. Memar Abnormal

memar

Gambar 2. Luka Bakar

luka-bakar Gambar 3. Trauma Gigitan

gigitan

    Indikator fisik – luka memar, gigitan manusia, patah tulang, rambut yang tercabut, cakaran
    Indikator perilaku – waspada saat bertemu degan orang dewasa, berperilaku ekstrem seerti agresif atau menyendiri, takut pada orang tua, takut untuk pulang ke rumah, menipu, berbohong, mencuri.

    • Neglect – Kegagalan orang tua untuk memberikan kebutuhan yang sesuai bagi anak, seperti tidak memberikan rumah yang aman, makanan, pakaian, pengobatan, atau meninggalkan anak sendirian atau dengan seseorang yang tidak dapat merawatnya .

    Gambar 4. Neglect

    neglect

    Indikator fisik – kelaparan, kebersihan diri yang rendah, selalu mengantuk, kurangnya perhatian, masalah kesehatan yang tidak ditangani.
    Indikator kebiasaan ¬- Meminta atau mencuri makanan, sering tidur, kurangnya perhatian pada masalah kesehatan, masalah kesehatan yang tidak ditangani, pakaian yang kurang memadai (pada musim dingin), ditinggalkan.

    • Sexual Abuse Termasuk menggunakan anak untuk tindakan sexual, mengambil gambar pornografi anak-anak, atau aktifitas sexual lainnya kepada anak.

    Gambar 5. Cedera Pada Genetalia Laki – laki

    genital1

    Gambar 6. Cedera Pada Genetalia Perempuan

    genital2

    Indikator fisik – kesulitan untuk berjalan atau duduk, adanya noda atau darah di baju dalam, nyeri atau gatal di area genital, memar atau perdarahan di area genital/ rektal, berpenyakit kelamin.
    Indikator kebiasaan – pengetahuan tentang seksual atau sentuhan seksual yang tidak sesuai dengan usia, perubahan pada penampilan, kurang bergaul dengan teman sebaya, tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan fisik, berperilaku permisif/ berperilaku yang menggairahkan, penurunan keinginan untuk sekolah, gangguan tidur, perilaku regressif (misal: ngompol)

    FAKTOR RESIKO
    Menurut Helfer dan Kempe dalam Pillitery ada 3 faktor yang menyebabkan child abuse4 , yaitu
    1. Orang tua memiliki potensi untuk melukai anak-anak. Orang tua yang memiliki kelainan mental, atau kurang kontrol diri daripada orang lain, atau orang tua tidak memahami tumbuh kembang anak, sehingga mereka memiliki harapan yang tidak sesuai dengan keadaan anak. Dapat juga orang tua terisolasi dari keluarga yang lain, bisa isolasi sosial atau karena letak rumah yang saling berjauhan dari rumah lain, sehingga tidak ada orang lain yang dapat memberikan support kepadanya.
    2. Menurut pandangan orang tua anak terlihat berbeda dari anak lain. Hal ini dapat terjadi pada anak yang tidak diinginkan atau anak yang tidak direncanakan, anak yang cacat, hiperaktif, cengeng, anak dari orang lain yang tidak disukai, misalnya anak mantan suami/istri, anak tiri, serta anak dengan berat lahir rendah(BBLR). Pada anak BBLR saat bayi dilahirkan, mereka harus berpisah untuk beberapa lama, padahal pada beberapa hari inilah normal bonding akan terjalin.
    3. Adanya kejadian khusus : Stress. Stressor yang terjadi bisa jadi tidak terlalu berpengaruh jika hal tersebut terjadi pada orang lain. Kejadian yag sering terjadi misalnya adanya tagihan, kehilangan pekerjaan, adanya anak yang sakit, adanya tagihan, dll. Kejadian tersebut akan membawa pengaruh yang lebih besar bila tidak ada orang lain yang menguatkan dirinya di sekitarnya Karena stress dapat terjadi pada siapa saja, baik yang mempunyai tingkat sosial ekonomi yag tinggi maupun rendah, maka child abuse dapat terjadi pada semua tingkatan.
    untitled
    Menurut Rusel dan Margolin, wanita lebih banyak melakukan kekerasan pada anak, karena wanita merupakan pemberi perawatan anak yang utama. Sedangkan laki-laki lebih banyak melakukan sex abuse, ayah tiri mempunyai kemungkinan 5 sampai 8 kali lebih besar untuk melakukannya daripada ayah kandung (Smith dan Maurer)

    AKIBAT CHILD ABUSE
    Anak yangmengalami kekerasan/ penganiayaan akan berakibat panjang. Mereka akan mengalamigangguan belajar, retardasi mental, gangguan perkembangan temasuk perkembangan bahasa, bicara, motorik halusnya. Dalam penelitian juga diperoleh bahwa IQ anak yang mengalami kekerasan/penganiayaan akan rendah daripada yang tidak. Mereka juga mengalami gangguan dalam konsep diri dan hubungan sosial. Teman-teman menganggap mereka sebagai anak yang suka menyendiri atau pembuat onar. Hal ini akan berlanjut hingga dewasa, dalam memilih pasangan hidup.

    PENCEGAHAN
    Pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi kemungkinan terjadinya kekerasan pada anak dan di rumah tangga. Pencegahan primer dapat dilakukan dengan melakukan pendidikan kesehatan tentang child abuse dan mengidentifikasi resiko terjadinya child abuse.
    Hal yang dapat dilakukan oleh perawat adalah dengan memberikan pendidikan kepada keluarga tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, serta cara menghadapi stress saat menjadi orang tua. Browne mengemukakan, setidaknya skrening melibatkan 3 orang perawat yang akan datang pada 9 bulan pertama kehidupan. Pada kunjungan pertama dilakukan pengkajian atas adanya faktor yang berhubungan dengan abuse dan neglect, Pada kunjungan selanjutnya perawat mengexplorasi persepsi orang tua tentang tentang anak dan stressor si keluarga. Pada kunjungan ke tiga perawat melihat kembali tentang kebiasaan bayi dan pengasuhannya. Mengamati pertumbuhan dan perkembangannya, dan membantu orang tua untuk mengenali perkembangan yang sesuai dengan usia anak. Orang tua yang beresiko menjadi abusive parents akan memiliki perkiraan yang tidak realistik tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, misalnya bayi berusia 6 bulan dianggap harus didisiplinkan karena tidak dapat mengikuti toilet training. (Smith and Maurer, 1995) 5
    Selain hal di atas, perawat juga hendaknya mengamati hubungan antara orang tua dengan anak. Salah satu indikator kunci adalah kurangnya bonding antara ibu dan anak. . Bila bonding lemah, maka perawat dapat meningkatkan pegasuhan dan kepercayaan diri orang tua sebagai pengasuh anak.

    PROSES KEPERAWATAN
    A. Pengkajian
    Perawat seringkali menjadi orang yang pertamakali menemui adanya tanda adanya kekerasan pada anak (lihat indicator fisik dn kebiasaan pada macam-macam child abuse di atas). Saat abuse terjadi, penting bagi perawat untuk mendapatkan seluruh gambarannya, bicaralah dahulu dengan orang tua tanpa disertai anak, kemudian menginterview anak. 6
    1. Identifikasi orang tua yang memiliki anak yang ditempatkan di rumah orang lain atau saudaranya untuk beberapa waktu.
    2. Identifikasi adanya riwayat abuse pada orang tua di masa lalu, depresi, atau masalah psikiatrik.
    3. Identifikasi situasi krisis yang dapat menimbulkan abuse
    4. Identifikasi bayi atau anak yang memerlukan perawatan dengan ketergantungan tinggi (seperti prematur, bayi berat lahir rendah, intoleransi makanan, ketidakmampuan perkembangan, hiperaktif, dan gangguan kurang perhatian)
    5. Monitor reaksi orang tua observasi adanya rasa jijik, takut atau kecewa dengan jenis kelamin anak yang dilahirkan.
    6. Kaji pengetahuan orang tua tentang kebutuhan dasar anak dan perawatan anak.
    7. Kaji respon psikologis pada trauma
    8. Kaji keadekuatan dan adanya support system
    9. Situasi Keluarga
    abuse1

    B. Diagnosa Keperawatan

    Contoh diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan: 7,8
    1. Resiko gangguan dalam proses menjadi orang tua (Parenting, risk for impaired)
    2. Gangguan dalam prosen menjadi orang tua (Parenting, impaired)
    3. Post – Trauma Syndrome
    4. Pain related to burn on hand
    5. Risk for injury related to previous abuse
    6. Inefective family coping as manifested by child abuse to alcohol by father

    C. Intervensi 9

    intervensi3

    intervensi21

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Pilliteri, Adele, Child Health Nursing: Care of the Child and family, vol. 2, Lippincott, Philadelphia, p. 1060

    2. Pilliteri, Adele, Child Health Nursing: Care of the Child and family, vol. 2, Lippincott, Philadelphia, p. 1060
    3. http//www.uen.org
    4. Pilliteri, Adele, Child Health Nursing: Care of the Child and family, vol. 2, Lippincott, Philadelphia, p. 1062
    5. Smith, Claudia M., Maurer, Frances A., (1995), Community health nursing: theory and practice, WB Saunders Company, Philadelphia
    6. Pilliteri, Adele, Child Health Nursing: Care of the Child and family, vol. 2, Lippincott, Philadelphia
    7. Pilliteri, Adele, Child Health Nursing: Care of the Child and family, vol. 2, Lippincott, Philadelphia
    8. Wilkinson, Judith M, (2005) Prentice Hall Nursing Diagnosis Handbook with NIC Interventions and NOC Outcomes, 8th ed., Person Prentice Hall, Upper Saddle River
    9. Wilkinson, Judith M, (2005) Prentice Hall Nursing Diagnosis Handbook with NIC Interventions and NOC Outcomes, 8th ed., Person Prentice Hall, Upper Saddle River

    13 Tanggapan

    1. terimakasih mbak……
      sangat bermanfaat sekali

    2. terima kasih atas infonya

    3. Sewaktu kecil saya sering kali menerima pukulan dari bapak, semua berlanjut sampai saya sedang menyelesaikan skripsi S1 ! dipukul diseluruh tubuh, kadang di kepala, tangan dan kaki sampai lebam biru2 dan kadang berdarah karena sabuk kulit dan bahkan kadang kepala sabuk yang mendarat di kulit. Saya masih bergidik mengingat saat menunggu sabuk mendarat di kulit saya, wah sama saja saya dirajam atau dicambuk, saya yakin jika orang dewasa yang menerima pukulan itu pasti akan kesakitan bukan main. Kepala saya juga pernah dibenturkan ke dinding seng sampai penyok. Semua ini dilengkapi dengan omelan ibu saya yang pedas plus sumpah serapah sampai sekarang, saya sudah berumur 39 tahun dan saya janda cerai anak 2!

    4. Semoga pembelajaran orang tua kita cukup untuk kita. Karena anak2 kita tidak hidup dijaman kita. Berikanlah pembelajaran sekarang dan yang akan datang.

    5. iiiiiiiiiii……….
      serem bangetz zich…

    6. Memang begitu keadaannya. Malah sekarang di masyarakat lebih serem lagi.

    7. salam kenal,,,,makasih buat informasi nya yang sanag bermanfaat ini,,,
      salam hangat by shila n http://zieshila.wordpress.com

    8. maaf klo boleh saya bertanya, beda nya CHILD ABUSE dgn CHILD NEGLECT itu apa?
      1. definisi
      2. penyebab
      3. pengkajian untuk menanggulangi kedua tersebut

      makasih salam http://zieshila.wordpress.com

    9. Child Abuse adalah Penganiayaan Pd Anak, Child Neglect adalah Penelantaran Pd Anak. Penyebabnya Ekonomi yg rendah, Pengetahuan orang tua, Kesiapan Ortu, Lingkungan tempat tinggal, Keyakinan Ortu. Kita bisa potong mata rantainya Ekonomi, Tingkat Pengetahuan atau Kesehatan. Itu Port the entrynya masalah tersebut muncul.

    10. Salam Kembali Mbak Zieshila.

    11. makasih banyak mbak infonya.. ( tadinya saya bapak..he..he..) , sy sdng menysn prop kualitatif tntg pendidikan seksualitas pada anak usia pre school sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak…semoga tdk ada lagi lost generation di negeri ini …salam kenal..ambaretno74@yahoo.com

    12. @ silvermoon: turut prihatin, semoga jangan ada dendam yang tertumpah ke anak.. ., berikan kasiih yang melimpah… agar mereka dapat tetap tersenyum dalam segala situasi…

    13. bener kagak sih itu cerita yang di ats, sadis banget orang tuanya terhadap anaknya….
      ih, moga- moga aku gak dapat perlakuan seperti itu dari org tuaku..

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: