• MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN

    Assalamu' alaikum Wr Wb Salam hangat dari Saya. Suatu kebahagiaan yang tiada terkira, satu KeAgungan dari Sang Pencipta ALLAH SWT telah diperlihatkan kembali. Blog ini satu bukti KeAgungan-Nya, melalui tangan dan pikiran saya Insya Allah dengan ijin-Nya saya mencoba memberikan informasi seputar dunia keperawatan. Saya juga mohon masukan dan kritik yang membangun guna mengembangkan kreatifitas saya dan perkembangan ilmu keperawatan pada umumnya. Amien Wassalamu' alaikum Wr Wb.
  • Kategori

  • Top Clicks

  • Top Posts

  • Pengunjung

    • 504,381 Orang
  • 5 Kiriman Teratas

  • @Arifin2Atmaja

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 14 pengikut lainnya

  • Top Rated

HALUSINASI


LAPORAN PENDAHULUAN

A. Masalah Utama:

Perubahan sensori perceptual : halusinasi

 

B. Proses Terjadinya Masalah

Halusinasi adalah gangguan pencerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan di mana terjadi pada saat ke­sadaran individu itu penuh/baik. Individu yang mengalami halusinasi seringkali beranggapan sumber atau penyebab halusinasi itu berasal dari lingkungannya, padahal rangsangan primer dari halusinasi adalah kebutuhan perlindungan diri secara psikologik terhadap kejadian traumatik sehubungan dengan rasa bersalah, rasa sepi, marah, rasa takut ditinggalkan oleh orang yang dicintai, tidak dapat mengendalikan dorongan ego, pikiran dan perasaannya sendiri.

Halusinasi timbul tanpa penurunan kesadaran dan hal ini merupakan gejala yang hampir tidak dijumpai pada keadaan lain.

Secara umum dapat dikatakan segala sesuatu yang mengancam harga diri (self esteem) dan keutuhan keluarga dapat merupakan penyebab terjadinya halusinasi. Ancaman terhadap harga diri dan keutuhan keluarga meningkatkan kecemasan. Gejala dengan meningkatnya ke­cemasan, kemampuan untuk memisahkan dan mengatur persepsi, mengenal perbedaan antara apa yang dipikirkan dengan perasaan sendiri menurun, sehingga segala sesuatu diartikan berbeda dan proses rasionalisasi tidak efektif lagi. Hal ini mengakibatkan lebih sukar lagi membedakan mana rangsangan yang berasal dari pikirannya sendiri dan mana yang dari lingkungannya.

Pasien dengan halusinasi cenderung menarik diri, sering didapatkan duduk terpaku dengan pandangan mata pada satu arah tertentu, tersenyum atau berbicara sendiri, secara tiba‑tiba marah atau menyerang orang lain, gelisah, melakukan gerakan seperti sedang me­nikmati sesuatu. Juga keterangan dari pasien sendiri tentang halusinasi yang dialaminya (apa yang dilihat, didengar atau dirasakan).

 

C. 1.  Pohon Masalah

2. Masalah Keperawatan dan data yang perlu dikaji

Perubahan sensori perseptual: halusinasi

a.       Data Subyektif :

1)      Mendengar suara bunyi yang tidak berhubungan dengan stimulus nyata

2)      Melihat gambaran tanpa ada stimulus yang nyata

3)      Mencium bau tanpa stimulus

4)      Merasa makan sesuatu

5)      Merasa ada sesuatu pada kulitnya

6)      Takut pada suara/bunyi/gambaran yang didengar

7)      Ingin memukul/melempar barang – barang

 

b.      Data Obyektif :

1)      Berbicara dan tertawa sendirl

2)      Bersikap seperti mendengar/melihat sesuatu

3)      Berhenti bicara ditengah kalimat untuk mendengarkan sesuatu

4)      Disorientasi

 

D. Diagnosa Keperawatan

a.       Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan halusinasi

b.      Perubahan sensori perceptual : halusinasi berhubungan dengan menarik diri


E. Rencana Tindakan

1.      Tujuan Umum

Klien tidak mencederai diri, orang lain dan lingkungan.

 

2.      Tujuan Khusus

a.       Membina hubungan saling percaya

Tindakan :

1)         Salam terapeutik ‑ perkenalkan diri ‑ jelaskan tujuan – ciptakan lingkungan yang tenang ‑ buat kontrak yang jelas (waktu, tempat, topik)

2)         Beri kesempatan mengungkapkan perasaan

3)         Empati

4)         Ajak membicarakan hal ‑ hal nyata yang ada di lingkungan

 

b.      Klien dapat mengenal halusinasinya

Tindakan :

1)         Kontak sering dan singkat

2)         Observasi tingkah laku yang terkait dengan halusinasi  (verbal dan non verbal)

3)         Bantu mengenal halusinasinya dengan menanyakan apakah ada suara yang didengar ‑ apa yang dikatakan oleh suara itu Katakan bahwa perawat percaya klien mendengar suara itu, tetapi perawat tidak mendengamya. Katakan bahwa perawat akan membantu.

4)         Diskusi tentang situasi yang menimbulkan halusinasi, waktu, frekuensi teriadinya halusinasi serta apa yang dirasakan jika teriadi halusinasi

5)         Dorong untuk mengungkapkan perasaannya ketika halusinasi muncul

 

c.       Klien dapat mengontrol halusinasinya

Tindakan :

1)         Identifikasi bersama tentang cara tindakan jika terjadi halusinasi

2)         Diskusikan manfaat cara yang digunakan klien dan cara baru untuk mengontrol halusinasinya

3)         Bantu memilih dan melatih cara memutus halusinasi : bicara dengan orang lain bila muncul halusinasi, melakukan kegiatan, mengatakan pada suara tersebut  “saya tidak mau dengar!”

4)         Tanyakan hasil upaya yang telah dipilih / dilakukan

5)         Beri kesempatan melakukan cara yang telah dipilih dan beri pujian jika berhasil

 

d.      Klien dapat dukungan dari keluarga

Tindakan :

1)      Beri pendidikan kesehatan pada pertemuan keluarga tentang gejala, cara memutus halusinasi, cara merawat, informasi waktu follow up atau kapan perlu mendapat bantuan

2)      Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga

 

e.       Klien dapat menggunakan obat dengan benar

Tindakan :

1)         Diskusikan tentang dosis, nama, frekuensi, efek dan efek samping minum obat

2)         Bantu menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (nama, pasien, obat, dosis, cara dan waktu)

3)         Anjurkan membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan

4)         Beri reinforcement positif bila klien minum obat yang benar

 

 

Semarang, Nopember 2010

Pembimbing                                                                                                                                                   Praktikan,

__________                                                                                                                                            Arifin Dwi Atmaja, S,Kep

 


DAFTAR PUSTAKA

Azis R, dkk. Pedoman asuhan keperawatan jiwa. Semarang : RSJD Dr. Amino Gondoutomo. 2003

Boyd MA, Hihart MA. Psychiatric nursing : contemporary practice. Philadelphia : Lipincott-Raven Publisher. 1998

Keliat BA. Proses kesehatan jiwa. Edisi 1. Jakarta : EGC. 1999

Stuart GW, Sundeen SJ. Buku saku keperawatan jiwa. Edisi 3. Jakarta : EGC. 1998

Tim Direktorat Keswa. Standar asuhan keperawatan kesehatan jiwa. Edisi 1. Bandung : RSJP Bandung. 2000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: