• MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN

    Assalamu' alaikum Wr Wb Salam hangat dari Saya. Suatu kebahagiaan yang tiada terkira, satu KeAgungan dari Sang Pencipta ALLAH SWT telah diperlihatkan kembali. Blog ini satu bukti KeAgungan-Nya, melalui tangan dan pikiran saya Insya Allah dengan ijin-Nya saya mencoba memberikan informasi seputar dunia keperawatan. Saya juga mohon masukan dan kritik yang membangun guna mengembangkan kreatifitas saya dan perkembangan ilmu keperawatan pada umumnya. Amien Wassalamu' alaikum Wr Wb.
  • Kategori

  • Top Clicks

  • Top Posts

  • Pengunjung

    • 504,381 Orang
  • 5 Kiriman Teratas

  • @Arifin2Atmaja

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 14 pengikut lainnya

  • Top Rated

MENARIK DIRI


LAPORAN PENDAHULUAN

A. Kasus (Masalah Utama)

Isolasi sosial : menarik diri

B. Proses Terjadinya Masalah

Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain (Budi Ana Keliat, 1999).

Menarik diri dipengaruhi oleh faktor perkembangan dan sosial budaya. Faktor perkembangan yang terjadi adalah kegagalan individu sehingga terjadi tidak percaya pada orang lain, ragu, takut salah, pesimis, putus asa terhadap hubungan dengan orang lain dan gangguan konsep diri, dimana klien merasa dirinya tidak berharga.

Menarik diri dapat juga disebabkan oleh perceraian, putus hubungan, peran keluarga yang tidak jelas, orang tua pecandu alkohol dan penganiayaan anak. Resiko dari perilaku menarik diri adalah terjadinya perubahan persepsi sensori (halusinasi). Manifestasi klinik pada klien dengan menarik diri adalah apatis, ekspresi sedih, afek tumpul, menyendiri, banyak diam diri di kamar, menunduk, menolak hubungan dengan orang lain, perawatan diri kurang, posisi tidur seperti janin (menekur).

C. Pohon Masalah

Resiko perubahan persepsi sensori : halusinasi….

D. Masalah Keperawatan dan Data yang Perlu Dikaji

1.        Masalah Keperawatan

a.         Risiko perubahan persepsi sensori : halusinasi…..

b.        Isolasi sosial : menarik diri

c.         Gangguan konsep diri : harga diri rendah

2.      Data yang perlu Dikaji

a.       Data obyektif

Apatis, ekspresi sedih, afek tumpul, menyendiri, berdiam diri di kamar, banyak diam

b.      Data subyektif

Sukar didapat jika klien menolak komunikasi, kadang hanya dijawab dengan singkat ya atau tidak.

 

E. Diagnosa Keperawatan

1.      Resiko perubahan persepsi sensori : halusinasi… berhubungan dengan menarik diri

2.      Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah

 

F. Rencana Tindakan Keperwatan

1.        Tujuan umum : tidak terjadi perubahan persepsi sensori : halusinasi…

2.        Tujuan khusus :

a.       Klien dapat membina hubungan saling percaya

Tindakan :

1)       Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik, memperkenalkan diri, jelaskan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kesepakatan / janji dengan jelas tentang topik, tempat, waktu

2)       Beri perhatian dan penghargaan : temani klien walau tidak menjawab

3)       Dengarkan dengan empati : beri kesempatan bicara, jangan terburu-buru, tunjukkan bahwa perawat mengikuti pembicaraan klien.

b.      Klien dapat menyebut penyebab menarik diri

Tindakan :

1)       Bicarakan penyebab tidak mau bergaul dengan orang lain

2)       Diskusikan akibat yang dirasakan dari menarik diri

c.       Klien dapat menyebutkan keuntungan hubungan dengan orang lain

Tindakan :

1)       Diskusikan keuntungan bergaul dengan orang lain

2)       Bantu mengidentifikasikan kemampuan yang dimiliki untuk bergaul

d.      Klien dapat melakukan hubungan sosial secara bertahap : klien-perawat, klien-perawat-klien lain, perawat-klien-kelompok, klien-keluarga

Tindakan :

1)       Lakukan interaksi sering dan singkat dengan klien jika mungkin perawat sama

2)       Motivasi/temani klien untuk berkenalan dengan orang lain

3)       Tingkatkan interaksi secara bertahap

4)       Libatkan dalam terapi aktivitas kelompok sosialisasi

5)       Bantu melaksanakan aktivitas setiap hari dengan interaksi

6)       Fasilitasi hubungan klien dengan keluarga secara terapeutik

e.         Klien dapat mengungkapkan perasaan setelah berhubungan dengan orang lain

Tindakan :

1)       Diskusi dengan klien setiap selesai interaksi/kegiatan

2)       Beri pujian atas keberhasilan klien

f.         Klien mendapat dukungan keluarga

Tindakan :

1)       Beri pendidikan kesehatan tentang cara merawat klien melalui pertemuan keluarga

2)       Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga

Semarang, Nopember 2010

Pembimbing                                                         Praktikan,

___________________                                 Arifin Dwi Atmaja, S,Kep

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Aziz R, dkk. Pedoman Asuhan Keperawatan Jiwa. Semarang : RSJD Dr. Amino Gondoutomo. 2003

Boyd MA, Nihart MA. Psychiatric Nursing : Contemporary Practice. Philadelphia : Lippincott-Raven Publisher. 1998

Keliat BA. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Edisi 1. Jakarta : EGC. 1999

Stuart GW, Sundeen SJ. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 3. Jakarta : EGC. 1998

Tim Direktorat Keswa. Standar Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa. Edisi 1. Bandung : RSJP Bandung. 2000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: