• MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN

    Assalamu' alaikum Wr Wb Salam hangat dari Saya. Suatu kebahagiaan yang tiada terkira, satu KeAgungan dari Sang Pencipta ALLAH SWT telah diperlihatkan kembali. Blog ini satu bukti KeAgungan-Nya, melalui tangan dan pikiran saya Insya Allah dengan ijin-Nya saya mencoba memberikan informasi seputar dunia keperawatan. Saya juga mohon masukan dan kritik yang membangun guna mengembangkan kreatifitas saya dan perkembangan ilmu keperawatan pada umumnya. Amien Wassalamu' alaikum Wr Wb.
  • Kategori

  • Top Clicks

  • Top Posts

  • Pengunjung

    • 504,381 Orang
  • 5 Kiriman Teratas

  • @Arifin2Atmaja

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 14 pengikut lainnya

  • Top Rated

SUICIDE


LAPORAN PENDAHULUAN

I. Kasus (Masalah Utama)

Perilaku mencederai diri (suicide)

II.    Proses Terjadinya Masalah

Pengertian

Berbagai istilah untuk menguraikan mencederakan diri antara lain: aniaya diri, agresi yang diarahkan pada diri sendiri, membahayakan diri, cedera yang membebani diri, dan mutilasi diri.

Cedera diri didefinisikan suatu tindakan membahayakan diri sendiri yang dilakukan dengan sengaja tanpa bantuan orang lain, dan cedera tersebut cukup parah untuk melukai tubuh. Bentuk umum perilaku pencederaan diri termasuk melukai dan membakar kulit, membenturkan kepala atau anggota tubuh, melukai tubuhnya sedikit-demi sedikit, dan menggigit jarinya.

Perilaku destruktif-diri yaitu setiap aktifitas yang jika tidak dicegah dapat mengarah kepada kematian. Aktifitas ini dapat diklasifikasikan sebagai langsung atau tidak langsung.

Perilaku destruktif-diri langsung mencakup setiap bentuk aktivitas bunuh diri, tujuannya adalah kematian dan individu menyadari hal tersebut hasil yang diinginkan.

Perilaku destruktif-diri tak langsung termasuk tipe aktivitas yang merusak kesejahteraan fisik indivisudan adapt mengarah pada kematian. Individu tersebut tidak menyadari tentang potensial terjadi kematian akibat akibat perilakunya dan biasanya akan menyangkal apabila dikonfrontasi. Durasi dari perilakunya biasanya lebih lama dari pada perilau bunuh diri. Perilaku destruktif-diri tak langsung meliputi: 1) Merokok, 2) Mengebut, Berjudi, 3) Tindakan kriminal, 4) Terlibat dalam tindakan rekreasi berisiko tinggi, 5) Penyalahgunaan zat, 6) Perilaku yang menyimpang secara sosial, 7) Perilaku yang menimbulkan stress, 8) Gangguan makan, 9) Ketidakpatuhan pada tindakan medik.

Bunuh diri adalah tindakan agresif yang merusak diri sendiri dan dapat mengakhiri kehidupan.

Beck, Rawlins, dan Williams (1984) mengemukakan bahwa individu berharapan. Rentang harapan – putus harapan merupakan rentang adaptif dan maladaptif.

a.       Ketidakberdayaan, keputuasaan, apatis. Individu yang tidak berhasil memecahkan masalah akan meninggalkan masalah, karena merasa tidak mampu, seolah-olah koping yang biasa bermain sudah tidak bermanfaat lagi. Harga diri rendah, apatis dan tidak mampu mengembangkan koping yang baru serta yakin tidak ada yang membantu.

b.      Kehilangan, ragu-ragu. Individu yang mempunyai cita-cita terlalu tinggi dan tidak realistis akan merasa gagal dam kecewa jika cita-citanya tidak tercapai. Demikian pula jika individu kehilangan sesuatu yang sidah dimiliki misalnya kehilangan pekerjaan dan kesehatan, perceraian, perpisahan. Individu akan merasa gagal , kecewa rendah diri dan berakhir dengan bunuh diri.

c.       Depresi dapat dicetuskan oleh rasa bersalah atau kehilangan yang ditandai sengan kesedihan dan rendah diri. Individu berpikir tentang bunuh diri pada waktu depresi berat, namun tidak mempunyai tenaga untuk melakukannya. Biasanya bunuh diri terjadi pada saat individu keluar dari keadaan depresi berat.

d.      Bunuh diri merupakan keputusan terakhir individu untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

 

Faktor Resiko Bunuh Diri

a. Psikososial dan Analitik

1.      Keputusasaan

2.      Ras kulit putih

3.      Jenis kelamin laki-laki

4.      Usia lebih muda

5.      Hidup sendiri

b. Riwayat

1.      Pernah mencoba bunuh diri

2.      Riwayat keluarga tentang percobaan bunuh diri

3.      Riwayat keluarga tentang penyalahgunaan zat

c. Diagnostik

1.      Penyakit medik umum

2.      Psikosis

3.      Penyalahgunaan zat

Faktor resiko bunuh diri menurut Stuart dan Sundeen (1987), sebagai berikut:

Faktor Risiko tinggi Risiko rendah
Umur

Jenis kelamin

Status kawin

Jabatan

Pengangguran

Penyakit fisik

Gsngguan mental

Pemakaian obat dan alkohol

45 tahun dan remaja

Laki-laki

Cerai, pisah, duda/janda

Profesional

Pekerja

Kronk, terminal

Depresi, halusinasi

Ketergantungan

25 – 45 tahun dan <12 tahun

Perempuan

Kawin

Pekerjaan kasar

Pekerjan

Tidak ada yang serius

Gangguan kepribadian

Tidak

Penyebab Bunuh Diri Pada Anak:

  1. Pelarian dari penganiayaan atau pemerkosaan
  2. Situasi keluarga yang kacau
  3. Perasaan tidak disayang atau selalu dikritik
  4. Takut atau dihina disekolah
  5. Kehilangan orang yang dicintai
  6. Dihukum orang lain

Penyebab Bunuh Diri Pada Remaja:

  1. Hubungan interpersonal yang tidak bermakna
  2. Sulit mempertahankan hubungan interpersonal
  3. Pelarian dari penganiayaan fisik atau pemerkosaan
  4. Perasaan tidak dimengerti orang lain
  5. Kehilangan orang yang dicintai
  6. Keadaan fisik
  7. Masalah dengan orang tua
  8. Masalah seksual
  9. Depresi

Penyebab Bunuh Diri Pada Mahasiswa:

  1. Self ideal terlalu tinggi
  2. Cemas akan tugas akademik yang banyak
  3. Kegagalan akademik berarti kehilangan penghargaan dan kasih sayang orangtua
  4. Kompetisi untuk sukses

Penyebab Bunuh Diri pada Usia Lanjut:

  1. Perubahan dari status mandiri ke tergantung
  2. Penyakit yang menurunkan kemampuan berfungsi
  3. Perasaan tidak berarti dimasyarakat
  4. Kesepian dan isolasi sosial
  5. Kehilangan ganda (seperti pekerjaan, kesehatan, pasangan)
  6. Sumber hidup berkurang

Faktor predisposisi :

Diagnosa psikiatri, Personality traits, Psychosocial mileu, Riwayat keluarga, Faktor biokimia

 

Pengkajian

a.       Pengkajian Lingkungan Upaya Bunuh Diri

1.      Presipitasi kehidupan yang menghina/menyakitkan

2.      Tindakan persiapan metoda yang dibuituhkan, mengatur rencana, membicarakn tentang bunuh diri, memberiakn milik berharga sebagai hadiah, catatan untuk bunuh diri.

3.      Penggunaan cara kekerasan atau obat/racun yang lebih mematika

4.      Pemahaman letalitas dari metode yang dipilih

5.      Kewaspadaan yang dilakukan agar tidak diketahui

b.      Petunjuk Gejala

1.      Keputusasaan

2.      Celaan terhadap diri sendiri, perasaan gagal dan tidak berharga

3.      Alam pearsaan depresi

4.      Agitasi dan gelisah

5.      Insomnia yang menetap

6.      Penurunan berat badan

7.      Berbicara lamban, keletihan, menarik diri dari lingkungan sosial

c.       Penyakit Psikiatrik

1.      Upaya bunuh diri sebelumnya

2.      Kelainan afektif

3.      Alkoholisme dan atau penyalahgunaan obat

4.      Kelainan tindakan dan depresi pada remaja

5.      Demensia dini dan status kekacauan mental pada lansia

6.      Kombinasi dari kondisi diatas

d.      Riwayat Psikososial

1.      Barau berpisah, bercerai atau kehilangan

2.      Hidup sendiri

3.      Tidak bekerja, perubahan atau kehilangan pekerjaan yang baru dialami

4.      Stres kehidupan multipel (pindah, kehilangan, putus hubungan yang berarti, masalah sekolah)

5.      Penyakit medik kronik

6.      Minum yang berlebihan dan penyalahgunaan zat

e.       Faktor-Faktor Kepribadian

1.      Impulsif, agresif, rasa bermusuhan

2.      Kekakuan kognitif dan negatif

3.      Keputusasaan

4.      Harga diri rendah

5.      Batasan atau gangguan kepribadian antisosial

6.      Riwayat Keluarga

7.      Riwayat keluarga perilaku bunuh diri

8.       Riwayat kelaurga gangguan afektif, alkoholisme atau keduanya

Prinsip tindakan keperawatan pada klien dengan masalah utama mencederai diri adalah:

a.       Perlindungan klien

b.      Contracting for safety

c.       Meningkatkan harga diri

d.      Pengaturan emosi dan perilaku

e.       Menggerakkan dukungan sosial

f.       Pendidikan pada klien

g.      Pencegahan bunuh diri

 

III. Pohon Masalah

IV. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan yang mungkin ditemukan perilaku destruktif-diri atau bunuh diri

  1. Dorongan kuat untuk bunuh diri berhubungan dengan alam perasaan depresi
  2. Potensial untuk bunuh diri berhubungan dengan

a.       ketidakmampuan menangani stres, perasaan bersalah

b.      keadaan krisis yang tiba-tiba (dirumah, komunitas)

  1. Koping yang tidak efektif berhubungan dengan keinginan bunuh diri sebagai pemecahan masalah
  2. Isolasi sosial berhubungan dengan usia lanjut atau fungsi tubuh yan menurun
  3. Gangguan konsep diri perasan tidak berharga berhubungan dengan kegagalan (sekolah, hubungan interpersonal).
  4. Risiko terhadap mutilasi diri
  5. Violence, risk for self-directed
  6. Risiko terhadap amuk: diarahkan pada diri
  7. Ketidakpatuhan

V.    Rencana Tindakan Keperawatan

Diagnosa keperawatan:

Risiko amuk terhadap diri sendiri

Tujuan jangka panjang:

Klien tidak akan membahayakan dirinya sendiri secara fisik.

Tujuan jangka pendek:

1)      Klien tidak akan melakukan kativitas yang mencederakan dirinya

Intervensi:

a.       Observasi dengna ketat

b.      Pindahkan benda yang berbahaya

c.       Siapkan lingkungan yang aman

d.      Berikan kebutuhan fisiologik dasar

e.       Kontrak untuk keamanan jika tepat

f.       Pantau pengobatan

2)      Pasien kan mengidentifikasi aspek-aspek positif yang ada pada dirinya

Intervensi:

a.       Identifikasi kekuatan-kekuatan pasien

b.      Ajak klien untuk berperan serta dalam aktivitas yang disukai dan dapat dilakukannya

c.       Dukung kebersihan diri dan keinginan untuk berhias

d.      Tingkatkan keinginan untuk berhias

e.       Tingkatkan hubungan interpersonal yang ketat

3)      Pasien akan mengimplementasikan dua respon protektif-diri yang adaptif

Intervensi:

a.       Permudah kesadaran, penerimaan dan ekspresi perasaan

b.      Bantu pasien mengenal mekanisme koping yang tidak sehat

c.       Identifikasi alternatif cara koping

d.      Beri imbalan untuk perilaku koping yang sehat.

4)      Pasien akan mengidentifikasi dua sumber dukungan sosial yang bermanfaat.

Intervensi:

a.       Bantu orang terdekat untuk berkomunikasi secara konstruktif dengan klien.

b.      Tingkatkan hubungan keluarga yang sehat.

c.       Identifikasi sumber komunitas yang relevan.

d.      Prakarsai rujukan untuk untuk menggunakan sumber komunitas.

5)      Klien akan menguraikan rencana pengobatan dan rasionalnya.

Intervensi:

a.       Libatkan pasien dan orang terdekat dalam perencanaan asuhan.

b.      Jelaskan karakteristik dari kebutuhan pelayanan kesehatan yang telah diidentifikasi, diagnosis medik, dan rekomendasi tindakan dan medikasi.

c.       Dapatkan respon terhadap terhadap rencana asuhan keperawatan.

d.      Modifikasi rencana berdasarkan umpan balik pasien.

Diagnosa keperawatan

Koping individu tidak efektif berhubungan dengan keinginan bunuh diri sebagai pemecahan masalah

Tujuan Jangka Panjang

Klien menggunakan koping konstruktif  dalam pemecahan masalah.

Tujuan Jangka Pendek:

1)      Klien dapat mengungkapkan perasaannya

2)      Klien belajar pendekatan pemecahan masalah

3)      Klien menggunakan koping yang konstruktif

Intervensi:

a)      Dengarkan dengan penuh perhatian dan serius pada semua pembicaraan tentang bunuh diri

b)      Jangan bicara diluar bunuh diri

c)      Pakai pendekatan pemecahan masalah untuk memecahkan keinginan bunuh diri:

d)     Dorong klien meneliti alasan untuk hidup dan untuk mati

e)      Dorong klien menguraikan tujuan yang ingin dicapai

f)       Mengingatkan bahwa bunuh diri hanya satu dari banyak alternatif

g)      Diskusikan kemungkinan akibat dari bunuh diri

h)      Diskusikan kemungkinan hasil dari alternatif lain

i)        Kuatkan koping klien yang sehat

j)        Bantu klien mengenali koping yang maladaptif

k)      Identifikasi alternatif koping yang lain.

l)        Beri pujian atau pengakuan atas perilaku koping yang sehat.

Diagnosa Keperawatan

Gangguan konsep diri berhubungan dengan kegagalan

Tujuan jangka panjang

Klien dapat menerima dirinya dan mempunyai harga diri

Tujuan jangka pendek

1)      Mengungkapkan perasaannya

2)      Mengidentifikasi hal positif dari dirinya

3)      Mendemonstrasikan kemampuannya

Intervensi:

a)      Terima klien seadanya

b)      Perlihatkan sikap yang memperhatikan

c)      Dorong untuk mengungkapkan perasaan

d)     Tekankan dan refleksikan hal positif yang dimiliki (pekerjaan, keluarga, hasil yang dicapai)

e)      Dorong untuk melakukan pekerjaan yang disukai dan dapat ia lakukan

f)       Beri pujian pada pencapaian dan hindari tindakan perilaku yang negatif.

Semarang, Nopember 2010

Pembimbing                                                         Praktikan,

___________________                                   Arifin Dwi Atmaja, S,Kep

DAFTAR PUSTAKA

1.      Keliat, Budi Anna (1991) Tingkah Laku Bunuh Diri, cetakan I, Jakarta: Arcan

2.      Stuart and Laraia (2001) Principle and Practice of Psychiatric Nursing, seventh edition, Mosby, A Harcourt Health Science Company.

3.      Stuart, Gail Wiscarz (1998) Buku saku Keperawatan Jiwa, alih bahasa, Achir Yani S. Hamid, edisi-3, Jakarta:EGC

Satu Tanggapan

  1. Terima kasih atas uraian akademisnya, semoga memberi manfaat bagi banyak orang.

    Ada hal yang perlu ditelusuri, apa yang membuat tumbuhnya potensi destruktif ? Bagaimana kita melakukan deteksi dini bahwa pada sesorang tersimpan potensi tersebut ?

    Realitas hidup mengajar pada kita senang-tidak senang, bahagia-sedih, baik-buruk akan selalu datang sepanjang silih berganti siang dan malam. Itu semua akan mewarnai hidup seseorang.

    Ada keadaan dimana seorang manusia ‘tidak bisa bicara’ untuk menyampaikan ‘kepedihan hatinya’ sehingga akhirnya terjadi akumulasi dan membangun potensi destruktif.

    Saya sedang me-riset ‘metode gerak-diam’ tanpa harus bicara untuk men-‘detok racun psikologis’ yang membebani sesorang.

    Untuk selanjutnya silahkan lakukan treatment psikologi.

    Terima kasih. (Semoga bermanfaat; sangat benar ‘setiap penyakit ada obatnya’. Masalahnya apa, bagaimana, dan dimana obat tersebut !!!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: